Fans Page

Peran Broker Saham Ketika Covid-19

Peran Broker Saham Ketika Covid-19

Indeks saham di Indonesia mengalami penurunan yang tajam, yakni lebih dari 4 persen selama virus Covid-19 menyerang. Hal ini mendorong operator bursa saham untuk melakukan briefing pers darurat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4,4 persen menjadi 5.290, tingkat yang tidak terlihat sejak Desember 2016. Lalu ditutup pada 5.311,96 dan terakhir turun 4,04 persen saat penutupan. Broker saham punya tugas berat untuk mengatur ini.

Penurunan kian merosot di 2,69 persen, ketika investor asing membukukan Rp 1,05 triliun (US $ 75,1 juta) dalam penjualan bersih saham domestik dan jatuh sejalan dengan kekalahan pasar global atas kekhawatiran baru bahwa penyakit Covid-19 menyebar dengan cepat di luar Tiongkok. Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki rencana jika penurunan IHSG mencapai 5 persen, bursa akan menangguhkan perdagangan selama beberapa jam tetapi dibuka kembali pada hari yang sama.

BEI sudah menyiapkan protokol krisis jika mengalami penurunan hingga 5 persen. Pihaknya akan memantau situasi dengan cermat. Jika indeks saham turun 10 persen, perdagangan saham akan ditangguhkan sepanjang hari. BEI telah mengumumkan melalui jumpa pers untuk hari ini bahwa pasar saham global menuju minggu terburuk sejak hari-hari tergelap dari krisis keuangan pada 2008. Menurut laporan Reuters, saat ini para investor bersiap untuk virus corona berubah menjadi pandemi dan menggagalkan pertumbuhan ekonomi dunia.

Indeks dunia semua negara MSCI turun 3,3 persen pada hari Kamis untuk membawa kerugian sejauh minggu ini menjadi 8,9 persen, di jalur untuk penurunan mingguan terbesar sejak terjun 9,8 persen pada November 2008. Down Jones AS merosot 4,4 persen pada penutupan Kamis. Jepang kehilangan 2,5 persen, Australia turun 3 persen dan Korea Selatan tergelincir 1,4 persen. Ini menunjukkan bahwa broker saham penting untuk dipertimbangkan sebagai mitra bisnis.

Pekan lalu semua sembilan indeks sektoral berada di zona merah selama sesi sebelum istirahat makan siang. Penurunan ini dipimpin oleh aneka industri, yang anjlok 5,65 persen. Konglomerat terdiversifikasi PT Astra International, saham blue chip, anjlok 6,72 persen. Saham perusahaan produsen semen seperti PT Indocement Tunggal Prakasa dan PT Semen Indonesia milik negara, serta raksasa petrokimia diversifikasi PT Barito Pacific turun sekitar 7 persen.

Indeks sektor pertanian mengikuti penurunan, turun sebesar 5,3 persen, karena perusahaan agribisnis PT Salim Ivomas Pratama anjlok 12,3 persen. Terlepas dari kekalahan itu, investor asing tampaknya telah menggunakan kesempatan untuk membeli kembali saham Indonesia karena BEI mencatat total Rp 61,59 miliar dalam pembelian asing neto pada pukul 11:30 pagi. Analis ekuitas Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Jumat bahwa IHSG telah memasuki fase kehancuran pasar secara teknis. "Uptrend yang telah dibuat sejak 2009 pecah ketika indeks jatuh di bawah level 5.940," katanya melalui pesan teks.

Dia menghubungkan kecelakaan itu dengan wabah COVID-19 di seluruh dunia karena investor panik atas kekhawatiran bahwa virus tersebut dapat menyebabkan ekonomi global terus melambat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, ada 459 kasus baru dan 44 kematian di 37 negara pada hari Rabu. China melaporkan 412 kasus baru yang dikonfirmasi. Corona virus telah menginfeksi lebih dari 80.000 orang dan membunuh hampir 2.800, mayoritas di Cina. Kota-kota di ekonomi terbesar kedua di dunia sedang terkunci, dengan pabrik-pabrik menghentikan sementara produksi dan peringatan perjalanan untuk China yang dikeluarkan oleh negara-negara di seluruh dunia.

Selain virus, William juga menghubungkan kekalahan JCI dengan kasus salah urus investasi yang melibatkan perusahaan asuransi milik negara PT Asuransi Jiwasraya dan Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), yang mendorong Kantor Kejaksaan Agung untuk membekukan 800 rekening efek.

Di situasi pasar yang sedang carut marut ini, gunakanlah broker saham  dengan cermat yakni Mandiri Sekuritas untuk keamanan bisnis saham anda. Semoga bisnis anda tidak rugi saat Covid-19 menyerang. Artikel ini cukup sampai di sini. Bacalah artikel lainnya yang sama di website ini. Sekian.
loading...

Post a comment

0 Comments